Perbedaan AMP Dan Non-AMP, Mana Yang Lebih SEO?

  • 2 menit durasi baca
  • 05 Mei, 2020
accelerated mobile pages

AMP (Accelerated Mobile Pages) sudah diluncurkan Google sejak Februari 2016 lalu, namun sampai saat ini mengenai pengaruhnya terhadap peringkat web di mesin pencari masih sering menjadi perdebatan tajam dikalangan praktisi SEO indonesia terutama di forum-forum diskusi online. Memang, untuk manfaat lainnya mungkin semua sudah sepakat terutama masalah kecepatan halaman jelas web valid AMP 4x lebih cepat ketimbang desain situs seluler biasa (responsive) namun kalau sudah membahas ranah optimasi mesin pencari yang begitu komplek, dibutuhkan tidak hanya situs yang cepat karena seo terdiri dari banyak faktor.

Google AMP (Accelerated Mobile Pages)

AMP adalah halaman web yang dipercepat dan disimpan dalam cache Hasil Penelusuran Google sehingga pengunjung yang datang dari mesin pencari dapat mengakses informasi di situs tersebut dengan lebih cepat melalui mobile browser.

Situs Ramah Seluler (Non-AMP)

Adalah Desain Web yang Responsif dirancang khusus agar mampu adaktif dengan semua ukuran layar perangkat ponsel dari pengguna situs baik yang datang dari penelusuran organik maupun langsung (direct).

Dari penjelasan singkat diatas, prinsip kerja keduanya memiliki kesamaan dimana masing-masing dirancang dengan tujuan untuk memudahkan akses bagi pengguna seluler. jadi intinya masalah desain seluler antara amp dan non-amp kita tidak akan bcara banyak akan hal itu.

Perbedaan AMP Dan Non-AMP

Sekarang yang menjadi pertanyaan adalah mana lebih seo diantara keduanya?
Dari yang saya baca Algoritma Google kini menjadikan kecepatan sebagai faktor penting yang dapat mempengaruhi ranking SEO website di mesin pencari mereka. Antara AMP dan Non-AMP sama-sama cepat namun AMP sedikit lebih unggul. Cara membandingkan SEO keduanya mudah saja, yang dapat Anda lakukan adalah membuka browser chrome di ponsel kemudian ketikan kata pencarian apapun sekiranya populer misalnya “cara membuat blog” dan Anda akan melihat situs-situs dengan logo petir mendominasi query penelusuran bahkan hampir disemua keyword volume tinggi SERP dibanjiri situs valid AMP.

Dari fakta tersebut maka bisa disimpulkan laman web yang valid AMP lebih SEO ketimbang situs non-amp pada penelusuran mobile. Kenapa kalau di mobile menang sudah bisa disimpulkan lebih SEO?
Kita tidak perlu berpura-pura kalau saat ini menurut laporan banyak hasil riset bahwa pengguna internet dunia didominasi pengguna ponsel, tanpa riset pun dapat kita lihat sendiri disekitar kita atau bahkan kita sendiri lebih banyak mengakses media sosial, youtube, google, berita dll. Menggunakan smartphone hanya sedikit waktu buka laptop bukan?

Kalau kita perhatikan situs-situs besar seperti portal berita, marketplace kini juga menggunakan desain AMP untuk situsnya, tetapi kalau itu beda kasus lagi bukan seo mereka target namun dengan AMP mereka bisa mengurangi beban server dari traffic organic yang berjibun sebab yang dikunjungi merupakan halaman yang tersimpan di cache google jadi server mereka nyaris tidak bekerja. Saran saya walaupun Anda tertarik menerapkan AMP di blog, jika traffic Anda masih sedikit ditambah kurang paham web design sebaiknya tunda dulu karena banyak persyaratan untuk halaman valid amp tidak hanya soal struktur html, namun juga cara Anda membuat konten harus sesuai pedoman AMP yang baik dan benar jika tidak maka bersiaplah terlalu sering menerima notifikasi halaman erorr di Google Webmasters Tools

Apa Itu Google AMP?

Google AMP adalah teknologi penerbitan situs web yang memungkinkan Anda membuat halaman web yang dimuat hampir seketika di ponsel. Mengunjungi halaman AMP melalui penelusuran Google adalah saat mereka memuat yang tercepat, Google akan meng-host halaman di servernya sendiri dan menyajikan konten secara langsung di situsnya.
Sumber: Google.com

Referensi untuk Anda: Panduan Menggunakan Accelerated Mobile Pages

Catatan: AMP memang kelihatannya menang banyak dari banyak aspek namun untuk desain bagi saya yang kurang mengerti bahasa pemrograman, paham teknik html, css dan javascript. AMP begitu menyulitkan bagi pemula.

Demikian, semoga bermanfaat. Terima kasih sudah berkunjung.
Salam.